ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| RIBA..??? Ternyata NgeRIBAnget...!!! Duh..bikin NANGIS... |
Riba itu ngeRIBAnget
1- Keadaan pemakan riba di neraka
Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallammenuturkan ‘kunjungannya’ ke neraka,
“Kami
mendatangi sungai yang airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada
seorang lelaki yang yang berenang di dalamnya, dan di tepi sungai ada
orang yang mengumpulkan batu banyak sekali. Lalu orang yang berenang itu
mendatangi orang yang telah mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya
dan orang yang mengumpulkan batu tadi akhirnya menyuapi batu ke dalam
mulutnya. Orang yang berenang tersebut akhirnya pergi menjauh sambil
berenang. Kemudian ia kembali lagi pada orang yang mengumpulkan batu.
Setiap ia kembali, ia membuka mulutnya lantas disuapi batu ke dalam
mulutnya. Aku berkata kepada keduanya, “Apa yang sedang mereka lakukan
berdua?” Mereka berdua berkata kepadaku, “Berangkatlah, berangkatlah.”
Maka kami pun berangkat.”
Dalam lanjutan hadits disebutkan,
“Adapun orang yang datang dan berenang di sungai lalu disuapi batu, itulah pemakan riba.” (HR. Bukhari, no. 7047)
2- Di hari kiamat diancam dengan perut yang besar seperti rumah dan dipenuhi dengan ular-ular
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pada
malam Isra’, aku mendatangi suatu kaum yang perutnya sebesar rumah dan
dipenuhi dengan ular-ular. Ular tersebut terlihat dari luar. Akupun
bertanya, “Siapakah mereka wahai Jibril?” “Mereka adalah para pemakan
riba,” jawab beliau.” (HR. Ibnu Majah, no. 2273; Ahmad, 2: 353, 363.
Sanad hadits ini dha’if sebagaimana kata Al-Hafizh Abu Thahir. Dalam sanadnya terdapat Abu Ash-Shalet yang majhul)
3- Dosa riba yang paling ringan seperti menzinai ibu kandung sendiri
Dari ‘Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Riba itu ada 73 pintu.” (HR. Ibnu Majah, no. 2275. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah, no. 2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Dalam riwayat Al-Hakim disebutkan,
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri.”
(HR. Al-Hakim, 2: 37. Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini sesuai
syarat syaikhain –Bukhari dan Muslim-. Hal ini disepakati oleh
Adz-Dzahabi. Al-Bushiri mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih,
demikian disebutkan dalam tahqiq Sunan Ibnu Majah oleh Al-Hafizh Abu
Thahir).
4- Riba itu ayat-ayat terakhir yang turun
Dari ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ayat
yang terakhir turun adalah ayat riba. Dan sungguh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam diwafatkan dan belum ditafsirkan pada
kita. Mereka menyebutnya riba dan ribah.” (HR. Ibnu Majah, no. 2276; Ahmad, 1: 36. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’ifkarena sebab ada ‘illah-cacat- di dalamnya)
5- Yang tidak makan riba bisa tetap rasakan debunya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan
datang pada manusia suatu zaman tidak akan tersisa kecuali pemakan
riba. Siapa yang tidak makan riba ketika itu, ia bisa memakan debunya.” (HR. Ibnu Majah, no. 2278; Abu Daud, no. 3331. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if sebabnya karena ada ‘illah dan Al-Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah).
6- Makan riba lebih parah dari 33 kali zina
Jeleknya
riba disebutkan oleh seorang tabi’in yang bernama Ka’ab Al-Ahbar,
seorang mantan pendeta Yahudi yang paham akan kitab-kitab Yahudi, bahkan
bisa mengetahui secara umum manakah yang shahih dan batil dari kitab
tersebut (Lihat Siyar A’lam An-Nubala’, 3: 489-894). Ka’ab rahimahullah menyatakan,
“Aku
berzina sebanyak 33 kali lebih aku suka daripada memakan satu dirham
riba yang Allah tahu aku memakannya ketika aku memakan riba.” (HR.
Ahmad, 5: 225. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits
ini shahih)
7- Jika sudah merajalela riba, layak dapat azab
Tersebarnya
riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka
berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Dari Ibnu
‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila
telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh
penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab
oleh Allah.” (HR. Al-Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Imam Adz-Dzahabi mengatakan, hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi sebagaimana disebut dalam Shahih At-Targhib wa Tarhib, no. 1859)
8- Riba akan hilang berkah walau riba terus bertambah banyak
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Riba
membuat sesuatu jadi bertambah banyak. Namun ujungnya riba makin
membuat sedikit (sedikit jumlah, maupun sedikit berkah, -pen.).” (HR. Ibnu Majah, no. 2279; Al-Hakim, 2: 37. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Dikuatkan dengan ayat berikut,
“Dan
sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta
manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang
kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan
Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat
gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum: 39)
Pelaku riba tidak mendapatkan pahala saat hartanya diinfakkan di jalan Allah.
9- Riba adalah kebiasaan buruk orang Yahudi
Riba adalah kebiasaan buruk orang-orang yahudi sebagaimana dimaksudkan dalam ayat berikut,
“Maka
disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan
makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan
karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan
disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah
dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan
jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir
di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 160-161)
Jika
kaum muslimin bermuamalah ribawi, jika kaum muslimin melakukan praktek
ribawi berarti telah mengikuti, meniru perilaku orang-orang yahudi
sehingga nasibnyapun sama seperti mereka, yaitu akan mendapatkan azab
yang pedih di akhirat, siksa yang sangat menyengsarakan
10- Allah tidak akan menerima sedekah, infak dan zakat yang dikeluarkan dari harta riba
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai
sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak
akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik).” (HR. Muslim, no. 1015).
Yang
dimaksud dengan Allah tidak menerima selain dari yang thoyyib (baik)
telah disebutkan maknanya dalam hadits tentang sedekah.
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah
seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang
halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan
kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda
atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar
dari itu.” (HR. Muslim, no. 1014).
11- Doa pemakan riba sulit terkabul
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,
“Ada
seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga
rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke
langit seraya berdo’a,
“Wahai
Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram,
minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan
dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim, no. 1014)
12- Memakan riba membuat hati keras
Allah Ta’alaberfirman,
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthoffifin: 14)
Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang
hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya
sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta
bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat),
maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah
yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang
artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu
mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. Tirmidzi, no. 3334; Ibnu Majah, no. 4244. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Mujahid rahimahullah
mengatakan, “Hati itu seperti telapak tangan. Awalnya ia dalam keadaan
terbuka dan jika berbuat dosa, maka telapak tangan tersebut akan
tergenggam. Jika berbuat dosa, maka jari-jemari perlahan-lahan akan
menutup telapak tangan tersebut. Jika ia berbuat dosa lagi, maka jari
lainnya akan menutup telapak tangan tadi. Akhirnya seluruh telapak
tangan tadi tertutupi oleh jari-jemari.” (Fath Al-Qodir, Asy Syaukani,
Mawqi’ At Tafasir, 7/442).
13- Badan yang tumbuh dari harta yang haram akan berhak disentuh api neraka
Yang pernah dinasihati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ka’ab,
“Wahai
Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari
sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits inihasan).
Sumber referensi : https://berita-islami01.blogspot.com/

0 Response to "RIBA..??? Ternyata NgeRIBAnget...!!! Duh..bikin NANGIS..."
Posting Komentar